Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2015

Cara Mudah Menulis Essay Bagi Pemula

By Unknown   Posted at  02.43   update 15 comments
Kali ini buat sahabat ilmiah yang lagi ingin menggoreskan jarinya untuk membuat karya essay, mungkin ini bisa membantu untuk memudahkan bagi sahabat ilmiah yang baru memulai menulis essay. Tapi sebelum sahabat ilmiah membuat essay, yang perlu diketahui pertama kali. Apakah essay itu ? apa saja jenis-jenis essay? Dan bagaimana struktur sebuah essay?.  singkatnya essay merupakan karangan dalam bentuk prosa yang bersifat argumentatif berupa pendapat atau gagasan mengenai suatu isue atau permasalahan.  Nah.... essay itu dibagi menjadi beberapa jenisnya yakni :


  1. Menunjukkan tentang bagaimana suatu sebab akan menimbulkan dampak tertentu (cause-and-effect essay). misalnya: tulisan tentang manfaat yang akan dirasakan jika melakukan VCT mobile.
  2. Mendeskribsikan suatu permasalahan dan menawarkan solusinya (problem-and-solution essay). misalnya: tulisan tentang masalah-masalah banyak remaja penderita HIV yang di antisipasi dengan pendekatan model pembelajaran games edukatif.
  3. Menjelaskan tentang bagaimana melakukan sesuatu hal ataupun menunjukkan bagaimana sesuatu bekerja (how-to essay). misalnya: tulisan tentang bagaimana langkah melakukan VCT untuk deteksi dini HIV.
  4. Membandingkan dan mengkontraskan dua atau lebih ide, peristiwa, literatur atau hal lainnya (compare-and-contrast essay). Contoh: tulisan tentang keuntungan dan kelebihan suplemen terapi HIV berbahan alamiah (traditional) dibandingkan dengan suplemen terapi HIV berbahan alamiah (traditional) berbasis bioteknologi. 
  5. Melakukan eksplorasi atas respon individu terhadap suatu peristiwa dan gagasan tertentu (personal essay). misalnya: tulisan tentang pengalaman pribadimlihat fenomena yang ada saat melintasi lokalisasi dolly.
  6. Mengajak pembaca untuk meyakini opini penulis dan dapat juga untuk meyakinkan pembaca agar melakukan suatu aksi tertentu (persuasive essay). misalnya: tulisan tentang pentingnya zakat untuk mempercepat penyembuhan HIV .

Struktur Sebuah Essay
Pada dasarnya, sebuah essay terbagi minimum dalam lima fenomena:

  1. Fenomena pertamaDalam fenomena ini penulis memperkenalkan topik dan tesisnya. Tesis ini harus dipaparkan dengan kalimat yang singkat dan jelas pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca akan diperkenalkan pada tiga fenomena berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
  2. Fenomena kedua sampai kelima. Ketiga fenomena ini disebut tubuh dari sebuah essay yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
  3. Fenomena kelima (terakhir). Fenomena kelima merupakan kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam fenomena kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca.

Langkah-langkah membuat Essay dengan “10M”
1. Memilih topik
2. Menentukan tujuan
3. Mengevaluasi Topik Potensial
4. Membuat outline atau garis besar ide-ide.
5. Menuliskan tesis sahabat ilmiah dalam kalimat yang singkat dan jelas
6. Menuliskan tubuh tesis:
a.  Mulailah dengan poin-poin penting
b.  kemudian buatlah beberapa sub topik
c. Kembangkan sub topik yang telah sahabat ilmiah buat
7. Membuat fenomena pertama (pendahuluan)
8. Menuliskan kesimpulan
9. Memberikan sentuhan terakhir
10. Membekali Diri dengan Optimisme


M1 “Memilih Topik”
Sahabat ilmiah tentunya sudah mengetahui event apa yang mau kita ikuti, nah disana pasti terdapat topik atau tema besarnya yang telah ditentukan oleh penyelenggara lomba, sahabat ilmiah mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti sahabat ilmiah siap untuk menuju langkah berikutnya.  Yang harus dilakukan oleh sahabat ilmiah yakni memikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan di tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, sahabat ilmiah dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila sahabat ilmiah ingin melakukan analisis khusus, topik sahabat ilmiah harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, sahabat lmiah dapat mempersempit topik.
Contoh, bila topik tentang “MDGS 2015” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan sahabat ilmiah menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila sahabat ilmiah ingin membuat analisis singkat, sahabat ilmiah dapat mempersempit topik ini menjadi “Angka Kematian Ibu dan Anak” atau “Maraknya kejadian HIV/AIDS di Indonesia”. Setelah sahabat ilmiah yakin akan apa yang di tulis, sahabat ilmiah bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas sahabat ilmiah jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya sahabat ilmiah memiliki kebebasan memilih topik yang sahabat ilmiah sukai, sehingga biasanya membuat essay sahabat ilmiah jauh lebih kuat dan berkarakter.

M2 “Menentukan Tujuan” 
Setelah topik sudah, langkah selanjutnya yakni menentukan terlebih dahulu tujuan essay yang akan sahabat ilmiah tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang sahabat ilmiah percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang sahabat ilmiah pilih, harus sesuai dengan tujuannya.  Nah yang paling penting dalam menulis, tuliskan Minat Sahabat Ilmiah
Jika sahabat lmiah telah menetapkan tujuan essay, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat. Semakin banyak subyek yang sahabat ilmiah tulis, akan semakin baik. Jika sahabat ilmiah memiliki masalah dalam menemukan subyek yang di minati, coba lihat di sekeliling sahabat ilmiah. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar sahabat ilmiah? Pikirkan hidup sahabat ilmiah? Apa yang sahabat ilmiah lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala. 5 “M” Sumber Ide or Gagasan

  1. Mendengar (listen). Contoh: dalam perjalanan ke suatu tempat, kita mendengar percakapan tentang dampak kenaikan harga BBM. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Resahnya Kaum Susah” 
  2. Melihat (look). Contoh: di lampu merah, kita melihat kaum fakir-miskin sedang meminta-minta. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Kepedulian Kita, Kebahagian Mereka”
  3. Mencium (smell). Contoh: masuk ke ruang pertemuan di sebuah hotel, langsung tercium bau wangi yang menyegarkan. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Asah Ilmu Tak Lagi Membuat Jemu”
  4. Mengecap (taste). Contoh: saat berbuka puasa di warung tegal, cita-rasanya tak terkalahkan.  Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul: “Berbuka  Sehat, Berbuka Sederhana”
  5. Menyentuh (touch). Contoh: di dalam lingkungan sekolah, kita berpapasan dengan seorang pesuruh. Kita pun menyapa dan berjabat-tangan dengan pesuruh yang sudah mengabdi sekian lama. Genggaman tangannya yang kasar terasa lemah. Maka kita bisa membuat tulisan yang berjudul:  “Mereka yang Berjasa Tanpa Terasa” 

M3 “Mengevaluasi Potensial Topik “
Nah.....jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, sahabat ilmiah harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang sahabat ilmiah miliki untuk topik yang di pilih.
Sebelum sahabat ilmiah meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang sahabat ilmiah tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik sahabt ilmiah telah ditentukan, sahabat ilmiah juga perlu memikirkan bentuk naskah yang ditulis.

M4 “Membuat Outline”
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik sahabat ilmiah dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.

  1. Mulailah dengang menulis topik di bagian atas 
  2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya 
  3. Tuliskan garis besar ide sahabat ilmiah tentang topik yang sahabat ilmiah maksud: 
  • Jika sahabat ilmiah mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik 
  • Jika sahabat ilmiah menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca 
  • Jika sahabat ilmiah mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut 
  1. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama 

M5 “Menuliskan Tesis”
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi essay dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Sahabat iliahn telah menentukan topik dari essay, sekarang sahabat ilmiah harus melihat kembali outline yang telah sahabat iliah buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan dbuat. Pernyataan tesis sahabat iliah  terdiri dari dua bagian:
• Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Kesehatan Indonesia, MDGS di Indonesia
• Bagian kedua menyatakan poin-poin dari essay sahabat ilmiah. Contoh: memiliki permasalahan yang harus segera ditangani, memerlukan langkah bersama semua pihak, dst.
M6 “Menuliskan Tubuh Essay”
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah essay. Sahabat ilmiah dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah di pilih. Masing-masing ide penting yang sahabat ilmiah tuliskan pada outline akan menjadi satu fenomena dari tubuh tesis.
Masing-masing fenomena memiliki struktur yang serupa:

  1. Mulailah dengan menulis ide besar sahabat ilmiah dalam bentuk kalimat. Misalkan ide sahabat ilmiah adalah: ”Mewujudkan Targed MDGS 2015”, sahabat ilmiah dapat menuliskan: “ Mewujudkan Targed MDGS 2015 di Indonesia Memerlukan Langkah Bersama Semua Pihak” 
  2. Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris. 
  3. Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi 
  4. Bila perlu, sahabat ilmiah dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing fenomena. 

Setelah menuliskan tubuh tesis, sahabat ilmiah hanya tinggal menuliskan dua fenomena: pendahuluan dan kesimpulan.

M7 “Menulis Fenomena Pertama”
1. Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.

  • Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang sahabat ilmiah buat. 
  • Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang sahabat iliah maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, sahabat ilmiah harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati. 
  • Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin sahabat ilmiah. 

2. Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis sahabat
         ilmiah.
3. Tutup fenomena sahabat ilmiah dengan pernyataan tesis.

M8 “Menuliskan Kesimpulan”
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah sahabat ilmiah kemukakan dan memberikan perspektif akhir kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan sahabat ilmiah tentang topik yang dibahas. Sahabat ilmiah dapat menggunakan anekdot untuk menutup essay sahabat ilmiah.

M9 “Memberikah Sentuhan Akhir”
1. Teliti urutan fenomena  Mana yang paling kuat? Letakkan fenomena terkuat pada urutan pertama, dan fenomena terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah sahabat ilmiah menjelaskan suatu proses, sahabat ilmiah harus bertahan pada urutan yang dibuat.
2. Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
3. Teliti tulisan. Sahabat ilmiah dapat merevisi hasil tulisan, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah sahabat ilmiah.
4. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah sahabat ilmiah beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
5. Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
6. Teliti kembali penulisan dan tata bahasa sahabat ilmiah.

M10 “Membekali Diri dengan Optimisme” 
Nah... ini merupakan hal yang terpenting, disamping ditanamkan otimisme yang kuat perlu kita berikhtiar dan berdoa agar apa yang sahabat ilmiah lakukan menjadi hal yang sahabat ilmiah harapkan.

TRIK JITU MENANG LOMBA ESSAY
Apabila essay sahabat ilmiah sudah sesuai dngan Ide dengan tema dan subtema lomba. Apabila memberikan solusi hubungkan sesuatu yang bahkan kelihatan ngak ada hubungannya, satu sebagai masalah, satu lagi sebagai solusi. Contoh: Zakat dan HIV, Al-Quran dan Tuberculosis, kemudian sahabat iliah perlu mencari Hubungan dari 2 hal yang kelihatan tidak berhubungan tersebut, tentunya dengan banyak membaca, terutama dari jurnal terupdate keyword di google: “novel”, “update”, “recent studies”, dan jangan lupa diskusi dengan dosen pembimbing atau teman sahabat ilmiah yang lain untuk mengembangkan Ide-mu

“Jangan menunggu terinspirasi baru menulis,tapi menulislah apa yang kamu pikirkan, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu”
Selamat mencoba

Nb: Budayakan Tinggalkan Jejak

Langkah Sukses Menulis Karya Ilmiyah Terbaik

By Unknown   Posted at  00.19   update No comments
 Menulis Karya Tulis Ilmiyah

Kiat sukses dalam menulis karya tulis ilmiyah dengan 10B :

1. Berniat 

“B” yang satu ini sangat penting dan wajib ada pada diri sahabat ilmiyah, berniat untuk menuliskan sesuatu untuk mengubah dunia. Apabila hal ini masih belum ada pada diri sahabat ilmiah, saya paparkan kelebihan ketika jari kita mulai menari-nari diatas keyboard. 

a. Banyak relasi, hal ini secara otomatis akan sahabat ilmiyah dapatkan apabila goresan tangan telah sampai pada poin “titik” dan ketika menjadi presenter dalam ajang lomba untuk mempresentasikan karya kita, disana pasti sahabat ilmiah temui banyak orang-orang yang sejalan dengan hobi kita, dari berbagai daerah dan universitas di seluruh Indonesia, bukan tidak mungkin juga ada relasi hidup kita nanti #Jodoh.

b. Berlibur dengan gratis, kalau yang satu ini kadang kita dapatkan sebagai fasilitas ketika menjadi presenter. Berlibur tidak harus dikonotasikan ke wahana permainan atau tempat wisata, berlibur juga bisa kita dapatkan ketika berkunjung ke universitas penyelenggara, nah bagi kamu yang organisatoris kental, tidak lengkap kalau tidak berkunjung dan mengngambil hal positif dari universitas tersebut untuk diadopsi. Tapi jangan khawatir kadang-kadang kita akan menikmati wisata yang ditawarkan oleh penyelenggara lomba.

c. Belajar lebih awal. Tentunya ketika sahabat ilmiah membaca materi topik yang mungkin belum dipelajari sebelumnya, secara tidak langsung ketika sahabat ilmiyah menulis sekaligus akan mempelajari topik lomba, dan apabila topik yang dibuat sejalan dengan profesi maka sahabat ilmiah akan lebih mencerna lebih awal dibandingkan yang lainya.

d. Beruang. Kadang hal ini sih bisa disebut BONUS kita, karena niat dan tindakan kita yang positif, siapa sih yang tidak suka kalau mendapatkan uang? Tentu sahabat ilmiah mau kan. So.... yuk menulis!

2. Browsing Info Lomba 
Nah... ketika sahabat ilmiah sudah ada NIAT, biasanya semangat sekali mencari info-info lomba. Mungkin ini bisa menjadi referensi sahabat ilmiah dalam mencari info-info terbaru mengenai dunia menulis.

3. Browsing permasalahan 
Setelah mendapatkan event mana yang mau sahabat ilmiyah ikuti, perhatikan kembali tema dan sub tema lomba yang ditawarkan, sebenarnya tidak masalah memilih topik yang tidak sesuai dengan study yang sekarang kita jalani, yang penting kita mau belajar-belajar-dan belajar untuk hal yang baru. #tapi ingat kemampuang kita ya ?. Untuk menjadikan karya yang bermanfaat sahabat ilmiah perlu mencari masalah yang sedang menjadi trending topik di Indonesia. Permasalahan bisa sahabat ilmiyah dapatkan dengan pengalaman ataupun browsing-browsing. Sebenarnya tidak susah untuk mencari permasalahan yang lagi menjadi tren, cukup optimalkan indra yang sahabat ilmiyah yakni : 

a. Mendengar (listen). Contoh: dalam perjalanan ke suatu tempat, sahabat ilmiyah mendengar percakapan tentang dampak kenaikan harga BBM. Maka kita bisa membuat tulisan yang yang mengatasi masalah: “Inovasi BBM yang Ekonomis” 

b. Melihat (look). Contoh: di lampu merah, kita melihat anak jalanan sedang meminta-minta. Maka kita bisa membuat tulisan yang mengatasi masalah: “Pemberdayaan Anak Jalanan”

c. Mencium (smell). Contoh: masuk ke ruang rawat inap, langsung tercium bau kurang sedap. Maka kita bisa membuat tulisan yang mengatasi masalah: “Bau Kurang Sedap”

d. Mengecap (taste). Contoh: ketika kita minum jamu, minuman tersebut tidak enak dalam hal rasa tetapi kita ingin mendapatkan khasiatnya. Maka kita bisa membuat tulisan yang mengatasi masalah: “Minum Jamu Tetap Dapatkan Kenikmatanya dan Khasiatnya”

e. Menyentuh (touch). Ketika kita mencuci baju, maka detergen membuat tangan sahabat ilmiyah sedikit kasar. Maka kita bisa membuat tulisan yang mengatasi masalah: “Detergent anti Kasar”

4. Buat solusi diluar dugaan 
Hemm... biasanya banyak yang gugur berniat untuk menulis karena BUNTU ketika sudah pada tahap ini, tapi sahabat ilmiyah tidak usah putus asah, keep semangat. Ide dapat kita dapatkan dimana aja, sama halnya ketika kita mencari masalah 5M indra kita perlu dioptimalkan, dari masalah yang sahabat ilmiah dapatkan dari OPTIMALISASI 5M diatas, buat sesuatu solusi yang diluar dugaan. Satu sebagai masalah, satu lagi sebagai solusi. Misal kita ambil masalah mendengar dalam suatu perjalanan, kita mendengar percakapan tentang dampak kenaikan harga BBM. Maka kita bisa membuat tulisan yang yang mengatasi masalah: “Inovasi BBM yang Ekonomis” dan solusinya “Tanah Gembur Kalimantan”. Tentu orang berfikir tidak ada hubunganya??? Tapi itu tugas sahabat ilmiah untuk mencari Hubungan dari 2 hal yang kelihatan tidak berhubungan tersebut.

5. Baca  buku dan literatur 
Tentunya dari masalah dan solusi yang tidak berhubungan tersebut, perlu mencari hubungannya agar dikatakan ILMIYAH. Nah yang penting disini adalah banyak membaca, terutama dari jurnal terupdate , sahabat ilmiah bisa mencarinya dengan keyword di google: “novel”, “update”, “recent studies”

6. Berdiskusi 
Setelah mendapatkan solusi, masalah, dan hubungan antara keduanya. Untuk menjadikan karyamu lebih bagus lagi, sahabat ilmiah perlu diskusi dengan dosen pembimbing untuk mengembangkan Ide-mu

7. Beraksi
Setelah semuanya telah ditetapkan, sahabat ilmiah langsung aja menggoreskan karya terbaik. Dalam penulisan mungkin rekan-rekan perlu memperhatikan panduan lomba yang ditentukan oleh penyelenggara lomba. Tips aja buat yang pemula di bidang seniman ilmiyah yang kadang ragu karena takut tulisan ilmiyah-nya kurang inspirasi. Yang perlu di ingat “Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah apa yang kamu pikirkan, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu”.

8. Buat judul dengan sensasi pertama begitu menggoda.
Kata-kata “Sensasi Pertama Begitu Menggoda” ini bukan sekedar pernyataan, akan tetapi ini kata pamungkas yang menjadi pita pembungkus karya sahabat ilmiyah. Dengan judul yang menarik dan buat penasaran, seseorang akan membaca karya sahabat ilmiyah. Ada kata-kata pamungkas yang bisa sahabat ilmiah adopsi : “Potensi...“Pemanfaatan...“Aplikasi.... atau bisa dibuat sebagai singkatan yang mudah dikenali dan diingat Revo-Autis “Recognition Voice Autis”. Mungkin dibawah ini memberikan sedikit gambaran bagi sahabat ilmiah :

a. Potensi MEA "Mikroba Endofit Jawer Kotok": Antibiotik Masa Depan Sebagai Solusi Resistensi Bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang Profitable Menyongsong AEC (Asean Economic Community)  2015.

b. Pemanfaatan Serat Bambu (Dendrocalamus asper Backer) dan Ektrak Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Underpants Anti Bakteri Alami Dalam Menghambat Laju Patogenesis Bakterial Vaginosis pada Ibu Hamil 

c. Aplikasi Juara “Penerjemah Suara Tuna Rungu Wicara” Sebagai Alat Penerjemah  Komunikasi Universal Pada Penderita Tuna  Rungu Wicara dan Terapi Musik Dalam Penurunan Depresi

d. Revo-Autis “Recognition Voice Autis” Sebagai Alat Penerjemah Komunikasi Dan Sound Therapy Binaural Beats Dalam Penurunan Halusinasi Dengar Pada Anak Autisme

e. Preman Aktiv “Pemeriksaan Mandiri HIV  dan AIDS”  Sebagai Agen Screening Dan  Controlling Inveksi Hiv Dan Aids Sebagai  Usaha Untuk Meminimalisir Angka  Kejadian Penularan Dan Penyebaran Virus HIV dan AIDS

9. Berikhtiar 
10. Berdoa 
Key dari semuanya adalah 2B yang terakhir yakni Berikhtiar dan Berdoa, karena segala apa yang sahabat ilmiah lakukan tanpa 2B ini menjadi sesuatu hal yang kurang maksimal.
So..... MARI MENULIS ? 

NB : Budayakan Meninggalkan Jejak

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2015 Goresan Ilmiyah. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.